Kesalahan Umum UMKM Bali Saat Mengelola Google Business Profile Sendiri

Hampir semua UMKM di Bali — dari warung kopi kecil sampai butik surfing — sekarang sudah punya profil di Google Business (dulu dikenal sebagai Google My Business). Tapi punya profil dan mengoptimalkannya adalah dua hal yang berbeda. Berikut beberapa kesalahan yang paling sering kami temui waktu bantu audit UMKM di Bali.

1. Kategori Bisnis Dipilih Asal-Asalan

Waktu daftar pertama kali, banyak pemilik usaha langsung pilih kategori paling umum yang muncul di list, misalnya “Store” untuk toko kerajinan, padahal ada kategori lebih spesifik seperti “Souvenir Store” atau “Handicraft Shop” yang jauh lebih relevan dengan pencarian calon pembeli. Kategori yang terlalu umum bikin profil sulit muncul untuk pencarian spesifik.

2. Alamat Tidak Konsisten di Berbagai Platform

Nama dan alamat bisnis yang tertulis di Google Business Profile, di Instagram bio, di website, dan di direktori lain sering berbeda-beda — kadang pakai singkatan, kadang pakai nama jalan lengkap, kadang beda urutan. Google memperhatikan konsistensi ini (biasa disebut NAP consistency: Name, Address, Phone). Semakin konsisten, semakin dipercaya profilnya.

3. Jam Buka Tidak Diperbarui Saat Momen Khusus

Ini yang sering bikin calon tamu kecewa: jam buka atau status tutup sementara (misalnya libur Nyepi, atau tutup karena renovasi) tidak diupdate di profil. Akibatnya orang datang jauh-jauh tapi tutup, dan itu bisa berujung review buruk yang justru merugikan di masa depan.

4. Tidak Pernah Membalas Review, Terutama yang Negatif

Banyak yang menghindari membalas review buruk karena merasa tidak nyaman. Padahal cara membalas review — baik positif maupun negatif — dibaca Google sebagai sinyal seberapa aktif dan responsif sebuah bisnis. Review negatif yang dibalas dengan sopan dan solutif justru bisa meningkatkan kepercayaan calon pelanggan yang membaca, bukan menjatuhkan.

5. Foto Jarang Diperbarui

Profil dengan foto yang sama sejak pertama dibuat, atau bahkan masih pakai foto template dari internet (bukan foto asli tempat usaha), cenderung kurang dipercaya baik oleh Google maupun calon pelanggan. Idealnya, unggah foto baru secara berkala — suasana terkini, produk baru, aktivitas pelanggan (dengan izin).

6. Tidak Memanfaatkan Fitur Q&A dan Posting

Google Business Profile punya fitur tanya-jawab dan fitur posting semacam status, tapi jarang dimanfaatkan. Padahal fitur ini bisa dipakai untuk menjawab pertanyaan yang sering muncul (misalnya “apakah ada parkir mobil?”) sebelum calon pelanggan sempat bertanya langsung, sekaligus jadi sinyal aktivitas tambahan untuk Google.

Kabar baiknya, semua perbaikan di atas gratis dan bisa dikerjakan sendiri tanpa keahlian teknis khusus — yang dibutuhkan cuma waktu dan konsistensi mengurusnya secara berkala.


Kalau tidak sempat mengurus sendiri, tim kami bisa bantu kelola dan optimasi Google Business Profile sebagai bagian dari layanan Jasa SEO Bali.